coretan seputar dunia veteriner

Hewan peliharaan atau pet animal saat ini bukanlah sesuatu yang aneh, karena hampir setiap keluarga mempunyai piaraan baik kucing, anjing, ataupun hewan-hewan eksotik lainnya. Mayoritas memang anjing dan kucing yang dijadikan sebagai pet animal dan saat ini hewan tersebut bukan lagi sebagai hewan peliharaan biasa melainkan sebagai bagian atau anggota keluarga. Memelihara anjing dan kucing kadangkala terasa berat ketika hewan kesayangan tersebut sakit karena kita harus menjaganya dengan ekstra waktu dan tenaga. Kondisi sakit yang umum dijumpai pada hewan kecil (anjing dan kucing) adalah diare. Diare bukanlah suatu penyakit tetapi diare adalah gejala adanya penyakit di saluran pencernaan.

Diare pada hewan kecil (anjing dan kucing) dapat disebabkan oleh banyak hal, serta diare tersebut mempunyai banyak tipe/jenis. Namun, hal yang perlu diperhatikan untuk mengetahui asal diare pada hewan kesayangan adalah berdasarkan perubahan-perubahan yang terjadi atau gejala klinis yang muncul.
Diare yang terjadi akibat perubahan patologis pada usus halus akan menimbulkan gejala-gejala seperti berikut : frekuensi defekasi (buang air besar) biasanya akan meningkat dari normal. Peningkatan frekuensi defekasi bisa sampai 3-4 kali dalam sehari dan jumlah feses (tinja) yang dikeluarkan juga banyak, serta berbentuk cair atau lebih cair. Selain itu, hewan biasanya tidak memperlihatkan keadaan merejan dan tidak disertai rasa sakit saat defekasi (dyschezia). Biasanya juga dapat disertai terjadinya perubahan warna pada feses (feses mengandung darah yang berwarna hitam) yang biasanya menyeluruh (yang disebut melena). Dalam kondisi diare dapat akan menyebabkan kondisi dehidrasi, serta terjadi penurunan berat badan.

Sedangkan apabila diare yang terjadi berasal dari perubahan di usus besar, perubahan yang ditimbulkan akan terlihat berbeda dengan kondisi di atas. Volume feses yang dikeluarkan biasanya lebih sedikit dengan frekuensi yang sangat tinggi. Frekuensi defekasi bisa lebih dari 6 kali dalam sehari. Hewan seringkali merejan atau disebut dengan tenesmus. Saat merejan bisa disertai keluarnya feses atau tidak disertai keluarnya feses. Hewan akan merejan dan kadang disertai adanya rasa sakit saat defekasi (dyschezia). Apabila terjadi perubahan warna feses, biasanya akan ditemui adanya bercak darah yang berwarna merah di permukaan feses (disebut sebagai hematochezia). Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan perubahan kondisi yang drastis atau hewan tetap segar dalam beberapa waktu, berat badan juga tidak menurun drastis sebagaimana pada diare usus halus. Beberapa obat yang digunakan untuk pengobatan diare biasanya berdasarkan gejala klinis seperti arang kayu, kaolin, loperamide, ataupun atropin.

Penyebab diare yang sering pada anjing adalah infeksi Canine parvovirus. Kondisi ini menyebabkan kematian mendadak pada anak anjing. Beberapa anak anjing yang terserang parvovirus menunjukkan gejala klinis berupa depresi dengan muntah dan diare yang disertai hemoragi (adanya darah dalam feses) sehingga menyebabkan bau khas. Penyebab lain dari diare adalah colitis yang ditandai dengan tenesmus dan kadang terdapat darah dalam feses. Colitis disebabkan oleh banyak agen. Beberapa colitis tipe khusus (histiocytic ulcerative colitis) hanya terlihat pada anjing ras boxer. Colitis disebabkan oleh peradangan pada mukosa yang menyebabkan diare. Apabila diare pada hewan kesayangan terlihat sangat parah yang biasanya diikuti dengan dehidrasi sebaiknya hewan kesayangan dibawa ke dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

ditulis juga di http://kesehatan.kompasiana.com/group/medis/2010/08/30/diare-pada-hewan-kesayangan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: