coretan seputar dunia veteriner

isu lingkungan saat ini sedang menempati porsi besar dalam isu-isu dunia, salah satunya adalah maslah kelestarian lingkungan hidup. masalah ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari masalah konservasi sumber daya alam hayati dan kesehatan lingkungan. indonesia sudah memiliki peraturan yang menjelaskan tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang tertuang dalam UU No. 5 Tahun 1990, walaupun dalam penerapannya masih belum maksimal. terlepas dari maksimal atau minimalnya penerapan UU tersebut, pemerintah indonesia sudah mengusahakan adanya perlindungan terhadap sumber daya alam hayati yang merupakan aset terbesar negri megabiodiversity yang terhampar dari benua asia sampai australia ini.
penyelamatan keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup harus saling terkait antara ilmu konservasi dengan ilmu kesehatan. konservasi dengan tiga prinsipnya sudah jelas sekali perannya terhadap gerakan penyelamatan sumber daya alam hayati, sekarang pertanyaannya justru pada hubungan antara ilmu kesehatan dengan gerakan penyelamatan keanekaragaman hayati. ilmu kesehatan mempunyai peran yang tidak kalah penting dengan ilmu konservasi karena kedua ilmu ini mempunyai peran yang sangat signifikan terhadap kelestarian hayati bumi ini, dalam hal ini dibutuhkan suatu ilmu kesehatan khusus yang berkaitan dengan lingkungan atau dikenal dengan kesehatan lingkungan. menurut Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan, kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologis yang dinamis antara manusia dan lingkungan untuk mendukung tercapainya realitas hidup manusia yang sehat, sejahtera dan bahagia. serta menurut  UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. kedua pengertian tentang kesehatan lingkungan di atas masih menitikberatkan terhadap keuntungan-keuntungan yang harus diperoleh oleh manusia dari penerapan kesehatan lingkungan, atau dalam bahasa kasarnya, alam masih merupakan suatu objek yang harus memberikan keuntungan bagi manusia. apabila alam tidak memberikan keuntungan bagi kesehatan manusia, maka alam harus direkayasa sedemikian rupa supaya memberikan keuntungan. inilah bencana dari penerapan kesehatan lingkungan yang masih berpegang teguh terhadap shallow environmental ethics dengan pahan antroposentrisme. seharusnya, pandangan seperti tersebut diubah ke arah yang menjadikan alam mempunyai hak yang sama dengan manusia atau menurut Keraf (2006), alam juga mempunyai nilai pada dirinya sendiri lepas dari kepentingan manusia. konsep ini lebih dikenal sebagai biosentrisme. namun, nampaknya biosentrisme belum menjawab tantangan terhadap perlindungan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati bumi ini. diperlukan suatu konsep yang lebih baik dan lebih mampu menjawab semua komunitas di alam ini. maka konsep yang lebih baik kemungkinan adalah ekosentrisme, dimana menurut Keraf (2006), ekosentrisme menitikberatkan pada kehidupan seluruhnya, pada seluruh komunitas ekologis, baik yang hidup maupun tidak. sehingga seharusnya konsep yang berdasar pada etika ekosentrisme inilah yang digunakan pembuat kebijakan untuk menyusun suatu peraturan kesehatan lingkungan, sehingga terdapat suatu keterkaitan erat antara kesehatan lingkungan dengan konservasi yang kemudian akan meningkatkan upaya penyelamatan keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup planet biru ini.
terlepas dari semua itu, sebenarnya saat ini sudah terdapat suatu konsep penyelamatan keanekaragaman hayati yang merupakan ikatan erat antara konservasi dan ilmu medik berdasar pada prinsip ekosentrisme. konsep tersebut dikenal sebagai medik konservasi atau conservation medicine. medik konservasi yaitu suatu bidang baru yang memfokuskan pada interseksi dari Lingkungan, manusia dan non-manusia sebagai inang dan patogen (www.conservationmedicine.org). sedangkan menurut Deem et al., medik konservasi merupakan ilmu subkhusus yang merupakan bagian dari biologi konservasi melalui penerapan ilmu-ilmu medik terhadap konservasi satwa liar dan ekosistem. dengan melihat kondisi saat ini, medik konservasi merupakan konsep yang tepat bagi gerakan penyelamatan lingkungan hidup, dalam konsep ini sudah menempatkan biosentrisme, ekosentrisme, dan bahkan ekofeminisme dalam memandang alam, sehingga hal ini merupakan dasar bagi penghargaan terhadap hak asasi alam. menurut Keraf (2006), setiap spesies mempunyai hak untuk hidup dan berkembang secara alamiah, dan berarti secara bebas sama seperti spesies manusia mengklaim hak-haknya untuk hidup secara alamiah di alam ini, sehingga setiap spesies berhak atas habitat alaminya untuk tidak dirusak oleh manusia.
salah satu hak alam sebagaimana hak manusia adalah hak untuk hidup sehat dan sejahtera, sehingga di sini peran medik konservasi sangatlah diperlukan untuk meningkakan hak-hak alam tersebut, dan hal ini merupakan pemecah masalah terhadap isu-isu lingkungan yang berkembang saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: