coretan seputar dunia veteriner

Mencegah kerusakan daging

Konsumsi daging di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga, padahal daging merupakan merupakan bahan pangan yang mempunyai nilai gizi terbaik bagi manusia yang mengkonsumsinya, diantaranya adalah asam amino esensial yang tidak terdapat dalam bahan pangan nabati maupun bahan pangan hewani lainnya. Istilah “daging” sebenarnya sama artinya dengan otot, tetapi daging adalah otot dari hewan (ternak) yang sudah disembelih. Selain sebagai bahan pangan yang terbaik, daging juga merupakan bahan pangan yang mudah ditumbuhi oleh bakteri merugikan kesehatan, sehingga pemilihan daging dan penanganan daging yang baik sangat diperlukan untuk mencegah “kerusakan” daging. Sebenarnya yang patut menjaga keamanan daging adalah dari peternakan sendiri sampai ke konsumen yang mengkonsumsinya.

Bakteri yang tumbuh pada daging merupakan faktor yang dapat menyebabkan penyakit, penyakit tersebut dinamakan foodborne disease atau penyakit yang ditularkan melalui bahan pangan. Selain itu, bakteri yang tumbuh pada daging dapat menyebabkan pembusukan daging yang akhirnya merugikan penjual/produsen ataupun konsumen. Pembusukan daging sendiri dapat disebabkan oleh daging itu sendiri (yaitu karena pengaruh enzim-enzim yang secara alami terkandung dalam daging), bakteri, dan proses-proses kimiawi. Menurut literatur, pembusukan daging dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pembusukan aerob dan anaerob. Pembusukan daging aerob ditandai dengan adanya pembentukan lendir pada permukaan daging, perubahan warna daging (misalnya daging berubah menjadi warna hijau atau ada bintik merah), daging menjadi tengik, dan perubahan pada bau daging dan rasa daging. Sedangkan pembusukan daging anaerob ditandai dengan adanya rasa asam pada daging dan bau busuk.

Untuk menghambat dan mencegah pertumbuhan bakteri pada daging yang akhirnya dapat menyebabkan perubahan daging, maka daging harus selalu disimpan pada suhu dibawah 4 derajat celcius.

Berdasarkan literatur, masa simpan daging dalam lemari es yang dianjurkan adalah :
– daging segar dapat disimpan selama 3 – 7 hari
– daging giling segar dapat disimpan selama 1 – 2 hari

Masa simpan daging dalam freezer yang dianjurkan adalah :
– daging segar dapat disimpan selama 3 – 6 bulan
– daging giling segar dapat disimpan selama 3 – 4 bulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: