coretan seputar dunia veteriner

Ringworm atau dermatofitosis sering menyerang hewan-hewan kesayangan, misalnya sering menyerang pada anjing dan kucing. Penyakit ini bukanlah merupakan penyakit yang diakibatkan oleh cacing seperti pada namanya yang ada kata “worm” nya. Namun, penyakit ringworm ini diakibatkan oleh cendawan dermatofita. Ringworm ini biasanya menyerang rambut, kulit dan bahkan kuku karena cendawan ini mampu hidup di daerah tubuh yang mempunyai zat kitin. Beberapa spesies cendawan kelompok dermatofita yang sering menyerang anjing dan kucing adalah Microsporum canis, Trichophyton mentagrophytes dan Microsporum gypseum. Ringworm atau dermatofitosis ini lebih sering menyerang anjing atau kucing dari ras yang mempunyai bulu panjang dan juga lebih sering menyerang pada anjing dan kucing muda karena pada hewan yang berbulu panjang mempunyai tingkat kelembapan yang tinggi pada kulitnya daripada yang berbulu pendek sehingga jamur akan lebih mudah tumbuh sedangkan pada hewan muda lebih sering terserang ringworm adalah karena pada hewan muda masih belum mempunyai tingkat kekebalan terhadap infeksi ringworm sehingga apabila terserang oleh ringworm maka sistem imun/sistem kebal anjing atau kucing muda masih belum bisa mengenali kehadiran jamur dermatofita akibatnya ringworm pun tumbuh “subur”. Penyakit ini mempunyai masa inkubasi sekitar satu sampai empat minggu.

Tanda-tanda yang sering dijumpai pada anjing dan kucing yang sudah terserang ringworm atau dermatofitosis adalah akan terlihat kehilangan rambut di daerah sekitar infeksi / kebotakan (alopesia),di daerah infeksi akan terlihat seperti kerak-kerak yang berbentuk melingkar, akan terasa kasar jika diraba dengan tangan dan jika disinari dengan sinar ultraviolet akan tampak bersinar hijau di daerah infeksi. Yang perlu diperhatikan dari penyakit ini adalah ringworm atau dermatofitosis termasuk penyakit zoonosis (penyakit pada hewan yang dapat menular ke manusia). Karena tergolong penyakit yang bersifat zoonosis maka penanganan ringworm pada anjing dan kucing harus dilakkan dengan hati-hati, salah satu cara pencegahan penyakit ringworm ini menular ke kita adalah dengan membiasakan mencuci tangan memakai sabun setelah memegang anjing atau kucing yang dicurigai terinfeksi ringworm ataupun yang tidak terkena.

Apabila hewan kesayangan sudah terserang ringworm ini, maka diusahakan untuk segera memeriksakannya ke dokter hewan. Biasanya hewan yang positif terinfeksi ringworm akan diberikan therapi obat-obatan antifungal/antijamur secara topical (obat-obatan luar) maupun obat-obatan secara peroral (obat-obatan yang diberikan melalui mulut). Apabila hewan kesayangan tidak segera mendapatkan pengobatan dan infeksinya dibiarkan berlarut-larut maka akan menyebabkan si hewan kehilangan nutrisinya yang ditandai dengan kekurusan karena jamur dermatofita melalui penyakit ini mampu menyerap nutrisi dalam tubuh hewan yang terinfeksi, selain itu kondisi kekurangan nutrisi ini juga bisa mengundang penyakit yang lain sehingga anjing dan kucing mudah mengalami infeksi sekunder atau infeksi kedua oleh bakteri atau penyakit-penyakit lainnya. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal hewan, misalnya jika anjing dikandangkan maka kandang diusahakan agar tidak lembap, karena kelemabapan yang terlalu tinggi dapat mengundang bebagai penyakit dan salah satunya adalah ringworm atau dermatofitosis. Selain itu, diharapkan para pemilik hewan juga menjaga kesehatan kulit, kuku, dan rambut hewan kesayangannya, misalnya dengan melakukan grooming secara rutin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: