coretan seputar dunia veteriner

Ngintip burung di balik binokuler atau yang populer disebut dengan birdwatching tampaknya belum dikenal luas oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal kondisi alam yang ada di Indonesia sangat mendukung bagi kegiatan birdwatching, diantaranya adalah iklim tropis yang menyimpan beragam spesies burung dan kondisi alamnya yang sangat sesuai bagi kegiatan-kegiatan yang berbau alam, salah satunya birdwatching. Jika kita menyelami atau sudah larut dalam kegiatan ini maka keasyikannya tidak kurang dari kegiatan memancing atau main game. Mungkin masyarakat menganggap kegiatan yang satu ini adalah kegiatan yang menghambur-hamburkan waktu dan uang. Anggapan seperti ini ada benarnya juga bagi orang-orang yang sudah tidak memiliki ketertarikan dengan alam dan orang yang sibuk dimana waktu adalah uang, tetapi jika dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh maka uang dan waktu pun sepertinya sudah tidak ada artinya.

Manfaat utama yang bisa didapat dari kegiatan ngintip burung liar atau populer disebut dengan birdwatching adalah kepuasan yang tak bisa diungkapkan dengan  kata-kata karena melalui kegiatan ini kita bisa melihat burung-burung terbang bebas dan manfaat sampingan yang tak kalah penting dan justru lebih utama dari manfaat utama adalah secara tidak langsung ikut melestarikan alam. Daripada menembaki burung, menangkapi dari alam bebas dan mengurungnya hanya untuk kesenangan sesaat yang justru dapat mempercepat kerusakan alam alangkah lebih bijak dan lebih positif untuk menikmati kehidupan burung liar secara langsung di alam bebas. Sebenarnya kegiatan ini tidak membutuhkan uang sama sekali karena dimana-mana ada burung karena kita tidak perlu pergi ke hutan rimba atau pegunungan, kegiatan birdwatching ini dapat dilakukan di halaman rumah, pemukiman padat, lapangan, taman, persawahan, kebun, pinggir laut, pinggir sungai dan hutan. Di sini sebenarnya hanya lebih dibutuhkan indera yang kita miliki ditambah rasa untuk melestarikan alam.

Namun, jika akan menjadikan seorang profesionalis dalam birdwatching maka dibutuhkan beberapa uang dan waktu. Misalnya dalam mencari burung-burung liar yang terasa lebih mengesankan maka biasanya seorang birdwatcher professional akan melakukan kegiatan ngintip burung di area-area yang memang menjadi tempat ideal bagi kehidupan burung liar seperti di taman nasional, hutan lindung atau suaka margasatwa. Namun, birdwatching tak selamanya mahal karena seperti yang telah diungkapkan di atas bahwa ngintip burung liar bisa dilakukan dimana saja asalkan ada burungnya, tapi tenang saja karena di hampir semua tempat menjadi tempat hidup burung liar. Mengamati burung liar atau birdwatching tentu lebih mengesankan di daerah-daerah yang selama ini dikenal masyarakat sebagai daerah yang tidak memiliki kekayaan satwa, misalnya daerah pemukiman yang semakin memadat dan area persawahan atau lapangan-lapangan luas ataupun hutan yang tidak mempunyai status perlindungan dan hampir rusak karena di tempat itu, para birdwatcher bisa memperoleh informasi jika daerah yang selama ini belum dieksplor kekayaan hayatinya ternyata masih menyimpan kekayaan fauna yang patut dilestarikan.

Peralatan yang dibutuhkan

Seperti sudah diungkapkan di atas bahwa bekal utama dalam birdwatching adalah dari diri sendiri, yaitu indera, hati atau perasaan kita tentang alam dan pengetahuan ataupun pengalaman mengenai burung-burung liar, misalnya jenis-jenisnya dan penyebarannya. Tapi ada tambahan alat yang biasa digunakan dalam birdwatching, misalnya binokuler atau monokuler atau yang dikenal dengan teropong, buku field guide atau panduan lapang burung-burung liar (biasanya dipakai field guide karya McKinnon), dan juga biasanya digunakan kamera SLR untuk mengabadikan perjumpaan dengan burung liar. Selain itu jika akan melakukan birdwatching di hutan atau tempat suaka margasatwa maka dibutuhkan lebih banyak biaya.

Cara melakukan pengamatan

Dalam birdwatching tidak ada tata cara atau peraturan khusus yang dibuat untuk melakukan kegiatan ini. Kegiatan ini lebih bertipe kegiatan yang mengedepankan fun atau kesenangan sehingga setiap orang yang melakukannya bisa menyerap rasa kepuasan dan kecintaan akan ciptaan Tuhan sehingga secara tidak langsung bisa menghargai apapun ciptaan Tuhan dengan cara melestarikannya. Bagaimana kita melakukan birdwatching. Yang pertama dilakukan adalah mendatangi titik atau tempat yang sudah direncanakan untuk mengamati burung. Kemudian lakukan saja pengamatan di area tersebut, cara pengamatan terserah anda karena pengamatan bisa dilakukan dengan mata telanjang atau mendengarkan kicauan burung liar dan sebaiknya menggunakan binokuler atau monokuler supaya objek yang kita amati menjadi semakin jelas, dan kalau ada kamera alangkah baiknya mengabadikan perjumpaan dengan burung liar. Sebenarnya dalam birdwatching ada beberapa metode supaya data-data tentang burung bisa diolah dengan sebaik-baiknya tetapi untuk pengamat pemula bisa dipakai salah satu metode yakni dengan menyusuri area pengamatan sambil membuat list atau daftar burung yang dijumpai. List biasanya berisi waktu, jenis burung yang dijumpai, jumlah burung, aktivitas burung, tegakan atau vegetasi atau tempat tenggeran burung, dan keterangan bila perlu. Apabila dalam pengamatan belum bias ditentukan jenis burungnya maka sebaiknya dibuat sketsa burung yang dijumpai dan sketsa ini nantinya bias dicocokkan dengan buku panduan. Sebaiknya sketsa dibuat dengan memperhatikan bentuk paruh kepala, sayap, tubuh, dan warna baik di kepala, sayap, perut, dan ekor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: