coretan seputar dunia veteriner

 

Indonesia di mata dunia dikenal sebagai megabiodiversity country. Kondisi ini disebabkan oleh Indonesia merupakan negara yang menjadi tempat terkonsentrasinya keanekaragaman hayati dunia. Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak dalam lintasan distribusi keanekaragaman hayati benua Asia (Sumatera, Jawa, Kalimantan dan pulau-pulau disekitarnya), benua Australia (Papua dan pulau-pulau disekitarnya) dan wilayah peralihan Wallacea (Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara), sehingga Indonesia dikatakan sebagai salah satu kawasan pusat keragaman hayati yang terkaya di dunia. Indonesia mempunyai 25.000 spesies tumbuhan berbunga (10% dari tumbuhan berbunga dunia), 515 spesies mamalia (12% dari jumlah mamalia di dunia), 1500 spesies burung, 600 spesies reptilia dan 270 spesies amfibi.

Adanya keanekaragaman hayati yang berlimpah juga telah memberi warna tersendiri bagi perkembangan budaya nusantara, dimana budaya-budaya yang tumbuh telah melukiskan dengan baik keadaan alam nusantara. Indonesia adalah Salah satu contoh yang baik dari kawasan yang kaya akan  keanekaragaman hayati. Negara-negara lain pun ataupun kawasan-kawasan lain pun juga tak kalah menariknya dengan Indonesia. Kondisi ini terutama dapat dilihat di kawasan Asia Tenggara yang lain, India, Afrika dan kawasan Amerika Latin. Kawasan-kawasan tersebut pun telah memberi corak kehidupan bagi hijau dan birunya planet bumi. Beranekaragamnya biodiversitas kawasan-kawasan yang telah disebutkan tersebut dikarenakan oleh adanya iklim yang sama yaitu tropis dan sebagian kecil subtropis. Kawasan tropis identik dengan hutan rimba yang lebat, fauna-fauna yang eksotik, wilayah yang hangat sepanjang tahun, pemandangan alam yang menakjubkan dan budaya yang menawan. Kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh keadaan iklim yang lebih stabil sehingga memungkinkan menjadi tempat hidup yang baik bagi sebagian besar organisme planet bumi

Akhir-akhir ini, isu lingkungan terbesar adalah hilangnya keanekaragaman hayati terutama di negara-negara tropis yang mempunyai keanekaragaman hayati terbesar. Kerusakan dan hilangnya keanekaragaman hayati sudah mencapai tingkat yang membahayakan dengan perkiraan apabila penebangan hutan terjadi terus menerus maka sekitar 5 – 10 % spesies yang ada di dunia akan punah setiap sepuluh tahun sampai 30 tahun mendatang. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan keanekaragaman hayati di Indonesia dan dunia, yaitu adanya pembalakan liar, pembangunan besar-besaran/mega proyek seperti pembuatan jalan raya yang menembus hutan ataupun kawasan konservasi, pembangunan bendungan/waduk secara besar-besaran yang mengambil sebagian atau seluruh kawasan konservasi dan kegiatan pertambangan di kawasan konservasi atau taman nasional serta adanya perkebunan yang menggantikan heterogenitas tanaman hutan.

Selain itu, penyebab kerusakan keanekaragaman hayati yang tak kalah hebatnya adalah kepentingan ekonomi dimana terjadi peningkatan kegiatan industri yang selama ini cenderung tidak ramah lingkungan. Kegiatan ekonomi selama ini yang terjadi di Indonesia dan dunia hanyalah upaya untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya dengan cara eksploitasi alam dan lingkungan melalui peningkatan industrialisasi. Dengan hadirnya kemajuan teknologi untuk mendukung kegiatan ekonomi negara, maka eksploitasi alam pun semakin meningkat, misalnya munculnya upaya untuk menggantikan keanekaragaman menjadi keseragaman dan monokultur pada sektor kehutanan, perikanan, pertanian dan peternakan melalui penerapan revolusi hijau dalam bidang pertanian, revolusi putih dalam bidang perusahaan peternakan (perusahaan susu) dan revolusi biru dalam bidang perikanan yang tujuan akhirnya adalah keuntungan ekonomi sebesar-besarnya.

Kerusakan sumberdaya hayati di planet bumi yang telah ditunjukkan terutama negara-negara di kawasan tropis, terutama Indonesia akan terus berlanjut apabila belum adanya kesadaran dari semua pihak, baik masyarakat ataupun pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Untuk menghentikan kerusakan alam yang sudah tidak wajar ini setidaknya diperlukan semangat dan  idealisme tinggi untuk penyelamatan alam atau dalam kata lain diperlukan suara-suara baru yang menyuarakan ketidakadilan yang diterima planet bumi.

Apabila populasi masyarakat bumi saat ini semakin meningkat, maka tak diragukan lagi bahwa laju kerusakan alam dan sumberdaya hayati bumi akan meningkat pula dengan tajam karena kecenderungan manusia yang selalu berpikiran “ekonomi” tanpa disertai kesadaran “koservasi alam”. Kondisi seperti ini haruslah diimbangi dengan munculnya manusia-manusia yang berani menyuarakan ketidakadilan yang dialami planet bumi. Menyuarakan pun harus disertai suatu bukti, bukti tersebut dapat diperoleh melalui kajian atau riset yang mendalam tentang keanekaragaman hayati, kekayaan alam dan dampak perilaku manusia terhadap alam dan lingkungan. Setelah kajian berhasil memberi bukti, maka langkah selanjutnya adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat umum atau peningkatan public awarenes mengenai alam, lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Apabila hal ini dilakukan maka masa depan planet bumi akan lebih baik. Kita harus selalu berpikiran bahwa kekayaan alam yang ada di planet bumi ini adalah titipan untuk generasi masa depan, bukanlah warisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: