coretan seputar dunia veteriner

Nama          : Joli

Jenis hewan : kucing

Ras             : mix

Berat badan : 2,1 kg

Umur          :

Jenis kelamin : betina

 

Anamnesis :

  • Telinga bau
  • Nafsu makan turun
  • Feses encer
  • Dirawat sudah 1 minggu

 

Pemeriksaan Fisik (kelainan) :

  • Bulu kusam
  • Otitis
  • Mata kanan dan kiri cekung
  • Hidung keluar discharge
  • Mukosa mulut icterus
  • Hati membesar (hepatomegaly)
  • Sekitar anus kotor (diare)
  • Polyuria
  • Polydipsia
  • Weight loss (dari 2,3 kg menjadi 2,1 kg)
  • Nafsu makan bagus
  • Demam selama dua hari pertama

 

Diagnosa :

Diagnosa banding :

  • Diarrhea chronic
  • Hepatitis granulomatous
  • Hepatic lipidosis
  • Hepatic neoplasia
  • Cholangiohepatitis
  • Hemolytic anemia

 

Terapi yang sudah diberikan :

  • Ampicillin 1 g/5 ml (5 mg/kg) IM BID selama 3 hari pertama
  • Prednison 0,3 mg/kg selama 5 hari
  • Infus Ringer lactate
  • Biosalamin
  • Hematopan
  • Aquaprim (trimetoprim-sulfa)
  • Terapi antibiotik dilanjutkan dengan metronidazole 10 mg/kg PO BID dan clindamycin 10 mg/kg BID selama 3 hari berikutnya
  • Vitamin B complex tab 1/4 BID, stimuno cap 1/8 BID
  • Pakan Science Diet gastrointestinal health dan Royal canine gastrointestinal
  • Otopain

 

Pembahasan

 

Kucing dengan nama Joli masuk pada tanggal 8 Oktober 2011 dengan keluhan dari owner berupa telinganya berbau dan nafsu makan turun, serta diare. Treatment pertama dilakukan dengan pembersihan telinga, kemudian dilakukan terapi menggunakan otopain (polymixin B sulfate, neomycin sulfate, fludrocortisone acetate, dan lidocaine HCl). Telinga kucing Joli mengalami otitis yang sudah kronis. Terapi berikutnya dilakukan dengan pemberian infus RL intravena karena kondisi tubuh mengalami dehidrasi, serta injelsi betamox (amoxicillin 150 mg/ 100 ml dengan dosis 10 mg/kg IM) dan injeksi hematopan. Setelah itu dilakukan rawat inap selama 3 hari pertama untuk melihat kondisi kucing Joli.

 

Selama rawat, kucing Joli mengalami diare berair yang hampir terjadi selama 3 hari. Diagnosa yang diambil adalah diarrhea chronic dengan penyebab yang belum dapat ditentukan. Menurut Tilley dan Smith (1997), diare kronis di kucing merupakan perubahan frekuensi, konsistensi, dan volume feses lebih dari 3 minggu atau dengan pola episodic recurrence. Diare kronis dapat berasal dari usus halus atau usus besar. Sistem tubuh yang terpengaruh pada kejadian ini diantaranya adalah gastrointestinal dan endokrine/metabolic (fluid, elektrolit, dan gangguan terhadap keseimbangan asam basa).

 

Diare yang terjadi pada kucing Joli diantaranya ditandai dengan volume feses yang lebih besar daripada normal, peningkatan frekuensi defekasi, penurunan bobot badan, dan tidak disertai tenesmus. Tanda dari diare tersebut menurut Tilley dan Smith (1997) merupakan diare yang berasal dari usus halus. Hasil pemeriksaan fisik diperoleh hasil berupa icterus, menurut Tilley dan Smith (1997), merupakan indikasi dari hepatic lipidosis, FIP, hepatic neoplasia, dan penyakit biliary. 

 

Menurut Tilley dan Smith (1997), penyebab dari chronic diarrhea diantaranya adalah inflammatory bowel disease (lymphoplasmacytic enterocolitis, granulomatous enteritis, eosinophilic enteritis/hypereosinophilic syndrome), neoplasia (lymphoma, adenocarcinoma, mast cell tumor, dan polips), obstruksi (neoplasia, foreign body, inflammatory bowel disease, intussusception, dan stricture), parasitic (giardia, Toxoplasma gondii, Toxocara cati, Dirofilaria immitis, dan Cryptosporidium spp.), metabolic disorder (hypertiroidism, renal disease, hepatic disease, diabetes melitus, toksin, dan drug administration), bacterial causes (Campylobacter jejuni, Salmonella spp., Yersinia pseudotuberculosis, dan Clostridium perfringens), viral causes (FeLV, FIV, FIP), mycotic causes (histoplasmosis, mycobacteriosis, phycomycosis, dan aspergillosis), noninflammatory malabsorption (lymphangiectasia, small intestinal bacterial overgrowth, short bowel syndrome, villous atrophy, dan ulcer duodenum), maldigesti (hepatobiliary disease dan exocrine pancreatic insuficiency [jarang di kucing]), dietary (dietary sensitivity, dietary indiscretion, dan perubahan diet), serta congenital anomalies (short colon, portosystemic shunt, dan persistent pancreaticomesojejunal ligament).

 

Diagnosa banding yang diambil salah satu diantaranya adalah cholangiohepatitis, karena berdasarkan pemeriksaan fisik diperoleh hasil terjadinya icterus dan hepatomegaly. Selain itu, gejala lain yang teramati diantaranya adalah depresi, weight loss, diarrhea, dan nafsu makan masih baik. Menurut Tilley dan Smith (1997), gejala klinis yang dijumpai tersebut merupakan beberapa gejala dari cholangiohepatitis. Menurut Tilley dan Smith (1997), terapi yang dapat diberikan diantaranya adalah amoxicillin (11-22 mg/kg q8h) yang mempunyai aktivitas terhadap bakteri gram negatif aerobik dan juga mempunyai aktivitas yang bagus terhadap bakteri anaerob, aminoglycosida (gentamycin 2,2 mg/kg q8h atau kanamycin 5 mg/kg q8h-q12h) yang mempunyai aktivitas bagus terhadap bakteri gram negatif (harus dikombinasikan dengan amoxicillin untuk infeksi sistemik), metronidazole (10-15 mg/kg q8h-q12h) untuk mengatasi infeksi anaerob (dapat diberikan bersama amoxicillin dan aminoglycosides).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: